Sabtu, 23 November 2013

Penerapan Aturan Ukuran Rambut untuk Siswa Laki-laki

http://smktelkom-bjb.sch.id/web/wp-content/uploads/2013/09/sep16_2013-11.jpg 

       Seperti yang kita ketahui,setiap sekolah menerapkan KUM (maaf,saya lupa kepanjangannya,tapi intinya ini tentang peraturan sekolah) agar ketertiban sekolah tersebut terjaga.KUM ini dibagi menjadi 4 pelanggaran,yaitu ringan,sedang,berat,dan fatal.

Salah satu bentuk pelanggaran yang menarik perhatian saya sebagai penulis ialah potongan rambut siswa putra yang tidak sesuai aturan sekolah,yang termasuk ke dalam bentuk pelanggaran ringan.Ukuran rambut yang diharuskan sekolah ialah ukuran 3,2,1.

            Bagi siswa yang melanggar aturan tersebut,rambutnya akan dipotong secara paksa (di colak) dan diberi poin KUM sebanyak satu poin.Dan tidak sedikit siswa laki-laki yang melanggar aturan ini.
Lantas mengapa aturan rambut ini begitu ketat? Apakah panjang rambut sangat berpengaruh dengan prestasi seorang siswa? Lalu bagaimana dengan  Albert Einstein? Beliau memiliki rambut gondrong tetapi beliau adalah seorang ahli fisika yang berprestasi.
            Beberapa sekolah membuat peraturan tersebut dengan alasan karena siswa yang rambutnya panjang (gondrong) mencerminkan kepribadian yang buruk seperti  berandalan yang tidak terpelajar.Pendapat ini menimbulkan tanda tanya besar bagi penulis.Karena masih ada beberapa guru laki-laki yang ukuran rambutnya tidak 3,2,1.Apakah guru tersebut dikatakan sebagai seorang berandalan? Selain itu,bagaimana pendapat tersebut menjelaskan penampilan seorang mahasiswa yang terpelajar meskipun rambutnya panjang atau terlihat gondrong?
Selain itu, gondrong bukanlah hal yang pasti.Melainkan sebuah persepsi.Karena rambut siswa dikatakan gondrong oleh seorang guru,belum tentu juga akan dikatakan gondrong oleh guru lain.
            Di sini penulis tidak menyalahkan sekolah dan guru-guru.Hanya saja penulis merasa penasaran dengan adanya peraturan  rambut ini.Sebaiknya peraturan rambut ini ditinjau kembali agar mampu menciptakan kebijakan yang tepat dan jelas.
Seperti yang dikatakan pepatah,jangan menilai buku dari sampulnya.Hanya karena rambut seseorang terlihat gondrong di mata kita,bukan berarti dia berkepribadian buruk.
 
ADITYA EFANO PUTRA (SMAN 4 Pekanbaru.XI IPA 4) 
artikel ini juga dimuat di http://my-internet-article.blogspot.com


0 komentar:

Posting Komentar